Menkes Puji Komunitas Pencinta Alam Vaksinasi Warga di Kaki Gunung

yoi.co.id — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendukung penuh kolaborasi serta inisiasi dari berbagai pihak dalam upaya mendukung percepatan vaksinasi terutama bagi masyarakat-masyarakat yang masih kesulitan akses vaksinasi karena jaraknya yang jauh.


Menurutnya, upaya mendekatkan layanan vaksinasi seperti yang dilakukan oleh para komunitas pecinta alam menjadi harapan untuk memperluas serta mendorong animo masyarakat dalam mendapatkan vaksin COVID-19.


Baca juga:
Cara Mudah Cek Sertifikat Vaksin di PeduliLindungi & Tipsnya Jika Tak Muncul


Mandalawangi Bergerak Jangkau Vaksinasi Masyarakat Kaki Gunung


MenkopUKM Dukung Vaksinasi Bagi UMKM dan Masyarakat Kaki Gunung

Vaksinasi kaki Gunung

“Karena memang kita mengalami kesulitan untuk melaksanakan vaksinasi di daerah pinggiran apalagi daerah-daerah yang sudah semakin terpencil seperti masyarakat di puncak gunung atau masyarakat adat,” ujarnya dikutip dari situs Kemenkes, Rabu (31/8/2021).


Lebih lanjut, dia berharap program Vaksinasi masyarakat kaki gunung dapat diperluas ke daerah lain untuk menekan laju penularan serta angka kematian akibat dari COVID-19.
“Saya mengimbau kalau bisa jangan disini saja, tapi semua wisata-wisata pegunungan yang lain juga didatangi oleh teman-teman Mandalawangi dan melakukan hal yang sama,” tuturnya.


Diketahui, sebelumnya mandalawangi Bergerak yang merupakan perkumpulan dari organisasi pecinta alam Mapala UI dan Wanadri, berpartisipasi dalam mempercepat vaksinasi nasional dengan berinisiatif mengadakan Program Vaksinasi Masyarakat Kaki Gunung. Pada tahap pertama, kegiatan ini dilaksanakan di Mandala Wangi Camping Ground, Cibodas, Cianjur.


Mandalawangi Bergerak bekerja sama dengan dengan pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, kegiatan vaksinasi dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 28 hingga 29 Agustus 2021 dengan menyasar sekitar 1.000 masyarakat sekitar TNGGP.


Ketua Mandalawangi Bergerak Rahmi Hidayati mengungkapkan rencananya kegiatan vaksinasi di Cibodas ini akan dijadikan sebagai pilot project, untuk selanjutnya bisa diimplementasikan secara bertahap di 2 titik pos pendakian lainnya yakni Silabantana dan Gunung Putri.


“Alhamdulillah vaksinasi di TNGGP sebagai kegiatan pertama kita dapat berjalan dengan baik berkat dukungan dari berbagai pihak termasuk dari Menteri Kesehatan dalam penyediaan vaksin. Kebetulan kita juga sudah memiliki program untuk 10 program, saat ini kita sedang siapkan,” terangnya.

Baca juga:
Satgas: Sekolah Tutup 3 Hari jika Ada Siswa Terpapar Corona


Apresiasi Mandalawangi, Menkes Dorong Vaksinasi di Kaki Gunung Terus Dilakukan

Dia menuturkan dengan tingkat interaksi dan mobilitas yang tinggi, masyarakat sekitar menjadi kelompok yang sangat rentan terpapar COVID-19. Sehingga dibutuhkan perlindungan vaksin guna meningkatkan kekebalan tubuhnya serta mengurangi tingkat keparahan akibat dari COVID-19.


“Ini sebagai bentuk kecintaan kita terhadap masyarakat di kaki gunung yang sudah mensupport kita naik gunung. Karena kalau kita tidak peduli dengan masyarakat sekitar sini, mereka nanti bisa saja terkena. Bisa jadi teman-teman kita OTG, atau gejala awal tapi tidak tahu kalau mereka COVID-19. Jadi masyarakat disini harus kita jaga juga,” katanya.


Rahmi berharap Program Vaksinasi Masyarakat Kaki Gunung terus mendapatkan dukungan baik dalam sarana prasarana, SDM kesehatan (tenaga vaksinator dan administrasi) maupun ketersediaan vaksin supaya program ini bisa terus berlanjut dengan menyasar kelompok masyarakat yang lebih besar lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *